Langsung ke konten utama

Postingan

4 Karakteristik OOP

Berikut merupakan karakteristik OOP : Abtraksi ( Abstraction ) Kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya, yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Setiap objek dalam sistem melayani sebagai model dari “pelaku” abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan. Enkapsulasi ( Encapsulation ) Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak, hanya metode dalam objek tersebut yang diberi ijin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses  interface  yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek ters...
Postingan terbaru

Sejarah Singkat OOP (Object-Oriented Programming)

         Konsep OOP bermula pada era 1960-an. Sebuah bahasa pemrograman Simula  memperkenalkan berbagai konsep yang mendasari OOP dengan SIMULA I  (1962-65) dan  Simula 67  (1967). Kemudian pada tahun 70-an, bahasa pemrograman  Smalltalk  menjadi yang pertama kali disebut  object-oriented . Pada tahun 1980-an, dua bahasa pemrograman ADA (US Department of Defense) dan PROLOG (the Japanese “Fifth Generation Computer Project”) dipercayai akan bersaing ketat sebagai bahasa pemrograman yang paling dominan. Namun justru OOP yang menjadi paradigma pemrograman yang paling dominan sampai sekarang. Bahasa pemrograman yang object-oriented seperti  C++  pada tahun 80-an menjadi populer. Pada tahun 90-an, bahasa-bahasa pemrograman seperti  Java  mulai menerapkan OOP. Sampai pada 2002, Microsoft Visual Studio memperkenalkan bahasa object-oriented baru yang diberi nama  C# . Disusul  VB.NE...